genetika

PRAKTIKUM VI
PEWARISAN SIFAT YANG DIKENDALIKAN
OLEH GEN MAJEMUK(POLIGEN)
A. Tujuan
Merinci prosedur untuk mengidentifikasi pola dan jumlah sulur jari tangan dan penentuan sidik jari tangan.
B. Dasar Teori
Diketahui bahwa sifat dikendalikan oleh sepasang alel pada suatu lokus gen. Namaun pada kenyataannya banyak sifat yang dikendalikan oleh lebih dari satu gen pada lokus yang berbeda dalam kromosom yang sama atau bahkan dalam kromosom yang berlainan, fenomena ini dinamakan poligen atau gen majemuk.
Susunan rigi pada epidermis dapat di amati pada telapak tangan, jari tangan, telapak kaki, tetapi yang paling mudah di amati adalah jari tangan. Pembentukan rigi dermal ini terjadi pada fetus usia 3 sampai 4 bulan dalam kandungan. Dan apabila sudah terbentuk sempurna maka polanya tidak akan berubah selama hidup.
Sidik jari adalah gambaran yang menunjukkan aur-alur pada ujung jari manusia. Gambaran ini bias di dapat dengan cara menyentuhkan ujung jari pada tinta atau zat warna lainnya, kemudian di tempelkan pada kertas atau media lain yang dapat mencetak gambar. Setiap orang memiliki sidik jari berbeda-beda, bahkan orang kembar identik sekalipun, karena itu sidik jari bias menjadi sarana identifikasi seseorang yang paling aman. Mengapa demikian? Karena sidik jari tidak dapat di palsukan oleh orang lain. Berbeda dari identifikasi berupa tanda tangan yang sangat mudah di palsukan. Sir Richard Edward Henry, berkat dirinya dalam usaha mengelompokkan pola sidik jari tapi bukanlah penemu teknik atau metode sidik jari (Muchlisin, 2009).
Sidik jari terdiri atas garis-garis timbul pada kulit yang berbeda di atas pori-pori keringat. Garis-garis itu memanjang, membelok, bercabang, beranting, dan mengambil bentuk tertentu pada setiap orang. Telah terbukti bahwa di dunia ini tidak ada dua sisdik jari yang sama, bahkan antar saudara kembar yang berasal dari satu sel telur sekalipun (Fuad, 2004).
Sir Francis Galton telah membuktikan pada tahun 1982 bentuk sidik jari akan tetap hidup bersama pemiliknya dan tidak akan berubah (Fuad, 2004).
Sidik jari yaitu pola guratan-guratan menonjol yang khas pada ujung jari manusia bersifat unik bagi setiap individu. Jari tangan dan kaki, serta telapak tangan dan kaki dipenuhi guratan-guratan teratur yang membentuk suatu pola. Istilahnya ‘Dermatoglifik’ dipakai untuk konfigurasi guratan-guratan tersebut. Jika diperhatikan dengan cermat, akan terlihat adanya guratan-guratan tipis, yang berbeda dengan lipatan kulit. Pada ujun-ujung jari terdapat tiga pola dasar, yaitu garis melengkung (Arch), garis melingkar (Loop), dan garis memutar (Whorl). Garis-garis melingkar di bagi menjadi 2 kelompok yaitu ulnar dan radial dari tangan. Perpotongan guratan-guatan membentuk segitiga yang disebut triradius, dan triradius ini tidak hanya terdapat pada ujung-ujung jari, tetapi juga pada pangkal jari, biasanya pada telapak tangan (Proksimal). Pola guratan-guratan sidik jari tidak hanya bermanfaat untuk identifikasi tetapi bias untuk menemukan abnormalitas dermatoglifik yang khas yang sering sekali berhubungan dengan banyak kelainan kromosom (Brown,2005).
Frekuensi pola sulur ini berbeda utuk setiap bangsa, juga berbeda untuk laki-laki dan perempuan. Pada populasi kulit putih dan kulit hitam bnanyak dijumpai pola loop, sedangkan whorl banyak dijumpai pada populasi bangsa Mongoloid, populasi penduduk Australia dan populasi bangsa Melanesia dan Pasifik. Pola arch paling sedikit ditemukan untuk semua populasi baangsa, biasanya kurang dari 10 %. Hanya pada populasi Bushman (Bangsa Negroid yang hidup di Afrika Selatan) pola arch dijumpai lebih dari 10 %. Dalam populasi rata-rata pola arch dijumpai 5%, pola loop 65-75% dan whorl 25-30%.
Metode ini melibatkan perhitungan jumlah rigi mulai dari triradius sampai pusat rigi. Oleh karena itu pola arch jumlah rigi adalah nol. Jika ada dua triradius, maka rigi dari semua jari tangan dijumlahkan sehingga disebut total finger ridge count. Pada perempuan jumlah rigi rata-rata 127 dan laki-laki 144.
Sidik jari adalah hasil reproduksi tapak jari baik yang sengaja diambil, dicapkan dengan tinta, maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh dengan kulit telapak tangan/kaki. Kulit telapak adalah kulit pada bagian telapak tangan mulai dari pangkal pergelangan sampai kesemua ujung jari dan kulit bagian dari telapak kaki mulai dari tumit sampai ke ujung jari yang mana pada daerah tersebut terdapat garis halus menonjol yang keluar satu sama lain yang dipisahkan oleh celah/alur yang membentuk lukisan tertentu. Kulit tapak terdiri dari dua lapisan:
• Lapisan dermal adalah kulit jangat/kulit yang sebenarnya. Kulit inilah yang menentukan garis yang ada pada permukaan kulit telapak.
• Lapisan epidermal adalah lapisan kulit luar/garis papilar. Garis inilah yang menjadi perhatian kita untuk menentukan bentuk pokok perumusan dan perbandingan sidik jari. Jenis sidik jari dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
1. Visible impression adalah sidik jari yang dapat langsung dilihat tanpa menggunakan alat bantu.
2. Laten impression adalah sidik jari yang biasanya tidak dapat dilihat langsung tetapi harus menggunakan beberapa cara pengembangan terlebih dahulu supaya dapat nampak lebih jelas.
3. Plastic impression adalah sidik jari yang berbekas pada benda yang lunak seperti sabun, gemuk, permen, coklat. Sedangkan untuk sidik jari yang mengalami kerusakan atau cacat dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Cacat sementara adalah cacat pada bagian kulit luar (epidermal) dan garis yang cacat/rusak tersebut dapat sembuh kembali seperti semula
2. Cacat tetap adalah cacat yang disebabkan ikut rusaknya garis sampai lapisan dermal. Sidik jari yang cacat tetap atau sementara biasanya tidak akan mempengaruhi identifikasi terhadap jari kecuali apabila sidik jari rusak sama sekali. Ada tiga dalil atau aksioma yang melandasi daktiloskopi (ilmu sidik jari), yaitu:
3. Sidik jari setiap orang tidak sama.
4. Sidik jari manusia tidak berubah selama hidup.
5. Sidik jari dapat dirumuskan dan diklasifikasikan secara matematis (http://santai2008.wordpress.com/2010/05/02/daktiloskopi-ilmu-sidik-jari/).
Ada tiga bentuk sidik jari yaitu busur (arch), sangkutan (loop), dan lingkaran (whorl). Bentuk pokok tersebut terbagi lagi menjadi beberapa sub-group, yaitu bentuk busur terbagi menjadi plain arch dan tented arch, bentuk sangkutan terbagi menjadi ulnar loop dan radial loop, sedangkan bentuk lingkaran terbagi menjadi plain whorl, central pocket loop whorl, double loop whorl, dan accidental whorl. Perbedaan utama dari ketiga bentuk pokok tersebut terletak pada keberadaan core dan delta pada lukisan sidik jarinya.
(http://santai2008.wordpress.com/2010/05/02/daktiloskopi-ilmu-sidik-jari/).
Keberadaan titik fokus di dalam sidik jari akan berperan penting dalam menentukan termasuk klasifikasi apa sidik jari tersebut. Dalam pengklasifikasian dikenal dua jenis titik fokus yaitu delta yang merupakan titik fokus luar (outer terminus) dan core yang merupakan titik fokus dalam (inner terminus). Tidak semua sidik jari memiliki titik fokus tergantung jenis/klasifikasi dari sidik jarinya.
Delta yang sebenarnya pada sidik jari adalah titik/garis yang terdapat pada pusat perpisahan garis type lines. Delta merupakan titik fokus yang terletak di depan pusat berpisahnya garis pokok (type lines). Garis pokok lukisan merupakan dua buah garis yang paling dalam dari sejumlah garis yang berjajar (paralel) dan memisah serta (cenderung) melingkupi pokok lukisan (pattern area). Pokok lukisan adalah daerah/ruangan putih yang dikelilingi oleh garis type lines yang mana ruangan tersebut merupakan tempat lukisan garis sidik jari. Pada kenyataannya tidak semua sidik jari memiliki delta tetapi ada juga sidik jari yang memiliki lebih dari satu delta (http://santai2008.wordpress.com/2010/05/02/daktiloskopi-ilmu-sidik-jari/).
C. Alat dan Bahan

Alat Bahan
Kaca Pembesar Tinta stempel
Bak stempel Kertas tulis
Daftar Pustaka
Brown, Graham. 2005. Dermatologi Edisi 8. Erlangga: Jakarta
Campbell.2003. Biologi. Erlangga : Jakarta
Muchlisin, Badiatul. 2009. 105 Tokoh Penemu dan Perintis Dunia. NARASI : Yogyakarta
Fuad, Ahmad. 2004. Dimensi sains Al-quran menggali ilmu pengetahuan dari Al-quran. Tiga serangkai : Solo
Daftar Sumber
http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/1960552-rahasia-sidik-jari/_
http://santai2008.wordpress.com/2010/05/02/daktiloskopi-ilmu-sidik-jari/
0 Responses