genetika

KEANEKARAGAMAN HEWAN, TUMBUHAN DAN MANUSIA

A. Tujuan
 Mendeskripsikan hasil pengamatan tentang berbagai variasi pada hewan atau tumbuhan, menyimpulkan dan mengkomunikasikan hasil pengamatan.
 Mengamati variasi sifat pada manusia, khususnya sifat-sifat fisik (fenotip).
 Membandingkan persamaan dan perbedaan sifat yang terbanyak dalam populasi kelas.
 Membuat model cakram genetika berdasarkan hasil pengamatannya.
B. Dasar Teori
Perbedaan antara makhluk hidup tersebut sangat beragam, misalnya perbedaan bentuk tubuh, alat gerak, cara memperoleh makanan, cara berkembang biak, dan tempat hidup. Bila diamati, ada hewan yang berkaki empat (kucing) dan ada yang berkaki dua (ayam). Ada hewan yang berambut (simpanse) dan ada yang bersisik (ikan). Pada tumbuhan ada yang berukuran tinggi (pohon kelapa) dan ada yang berukuran pendek (rumput teki) (Diah Aryulina, 2004).
Keanekaragaman hewan, tumbuhan, dan manusia disebut keanekaragaman hayati ditunjukkan dengan danya variasi makhuk hidup terdapat pada tingkat gen, spesies, dan ekosistem. Keseluruhan variasi pada ketiga tingkat tersebut membentuk keanekaragaman hayati (Diah Aryulina, 2004).
1. Keanekaragaman Gen
Keanekaragaman hasil perkawinan gen yang baru yang berasal dari kedua induknya. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi gen dari dua individu menyebabkan keanekaragaman gen (Oman Karmana, 1999).
Gen adalah factor pembawa sifat keturunan yang terletak dalam kromosom. Kromosom terdapat dalam inti sel. Gen setiap makhluk hidup mempunyai bhan dasar yang sama, namun susunannya berbeda. Susunan gen yang beranekaragam menentukan keanekaragaman gen suatu spesies makhluk hidup. Jadi, keanekaragaman gen adalah variasi susunan gen dalam suatu spesies. Keanekaragaman gen dalam satu spesies makhluk hidup yang menimbulkan variasi disebut varietas. Keanekaragaman gen dapat terjadi secara alami akibat perkawinan seksual, maupun secara buatan dengan proses budidaya manusia. Hewan dan ttumbuhan tertentu dibudidayakan untuk diambil manfaatnya, misalnya persilangan tanaman anggrek untuk mendapatkan warn anggrek yang beraneka ragam (Diah Aryulina, 2004).
Gen dianggap sebagai kesatuan terkecil (di dalam sel yang berperan menentukan hereditas). Ada tiga komponen penyusun yaitu rekon, muton, dan sistron. Sifat gen itu mengandung informasi genetic, dapat menduplikasi diri, dan menduduki tempat tertentu dalam kromosom (Pratiwi,2004).
2. Keanekaragaman Jenis ( Spesies)
Keanekaragaman jenis memiliki peran yang penting agar makhluk hidup tidak mengandung kemusnahan. Variasi terjadi pada jenis yang melakukan reproduksi seksual (Reproduksi secara generatif) (Oman Karmana, 1999).
Keanekaragaman spesies biasanya dijumpai pada suatu tempat tertentu yang dihuni kumpulan makhluk hidup dari berbagai spesies (komunitas), misalnya di halaman rumah dapat di jumpai rumput, pohon mangga, dan sebagainya (Diah Aryulina, 2004).
Keanekaragaman Jenis antara lain disebabkan oleh keanekaragaman individu penyusun populasi, keanekaragaman geografis, persilangan (hibridasi), dan adaptasi (Oman Karmana, 1999).
Pengaruh keanekaragaman geografis pada hewan antara lain dapat di lihat dari ukuran dan anggota tubuhnya. Ukuran tubuh dan anggota tubuh mamalia yang hidup pada daerah tropic. Persilangan antara individu pada spesies yang sama dengan kandungan perangkat dengan induknya. Variasi yang terjadi bergantung dari sifat gen. Adaptasi juga merupakan salah satu faltor terjadinya keanekaragaman jenis (Diah Aryulina, 2004).
3. Keanekaragaman Ekosistem
Makhluk hidup yang beranekaragaman berinteraksi dengan lingkungan dan sesamanya yang merupakan lingkungan biotic hidup selain berinteraksi dengan sesamanya dengan sesame makhluk; juga berinteraksi dengan lingkungan abiotik (tidak hidup) seperti air, tanah, cahaya, matahari, suhu, kelembapan dan mineral. Kombinasi factor-faktor lingkungan yang beranekaragaman. Interaksi antara lingkungan abiotik tertentu dengan sekumpulan jenis-jenis makhluk hidup menunjukkan adanya keragaman ekosistem. Masing-masing ekosistem memiliki jenis tumbuhan dan hewan yang berbeda (Oman Karmana, 1999).
Sebuah masyarakat dimana kelompok individu berambut cokelat dan bermata cokelat lebih dominan, dibandingkan individu berambut pirang dan bermata biru. Lama-kelamaan, sebagai hasil perbauran dan pernikahan silang, dhasilkan keturunan berambut coklat dan bermata biru. Dengan perkataan lain, cirri-ciri fisik kedua kelompok itu akan bergabung dalam keturunan berikutnya dan menghasilkan penampilan baru. Bila kita bayangkan cirri fisik lainnya berpadu seperti itu sangatlah jelas bahwa akan muncul variasi yang sangat beragam (Mujianto, 1997).
Tidak ada individu yang sama persis. Hal ini disebabkan oleh adanya variasi organism dari spesies yang sama atau keanekaragaman jenis. Perbedaan yang ada di antara individu ditentukan oleh factor genetic dan lingkungan, akibatnya individu yang bergenotif sama kemungkinan dapat memiliki fenotif yang berbeda (Oman Karmana, 1999).

C. Alat dan Bahan
NO Alat Bahan
1 Alat Tulis Bunga Mawar
2 Meteran Bunga Geranium
3 Kamera Aglonema
4 Bunga Krisan
5 Kucing
6 Hamster
7 Burung merpati
8 Ikan mas
9 Manusia

D. Cara Kerja
a. Keanekaragaman Hewan dan Tumbuhan

Menentukan bahan yang akan di gunakan

Amati sifat yang ada, meliputi warna, ukuran, dan cirri khas

Cari variasi yang ada

Catatlah hasil pengamatan

buatlah foto dari variasi sifat

Hasil
b. Keanekaragaman Manusia

Lakukan candra pada sifat-sifat yang tampak

Minimal 8 sifat pada setiap anggota kelompok

Catat hasil pencandraan pada table yang tersedia

Tentukan kemungkinan genotif

Buatlah cakram genetika

Tiap individu warnanya berbeda

Tentukan angka indeks dari setiap anggota

Hasil







Daftar pustaka
Dwidjoseputro.1974. Pengantar Genetika. depdikbud: Jakarta
Aryulina, Diah.dkk.2004. Biologi SMA Untuk kelas X. Erlangga: Jakarta
Karmana, Oman. 1999 Biologi jilid IA SMU kelas 1. Jakarta : Grafindo
D.A. Pratiwi dkk.2006. Buku Penuntun Biologi SMA kelas X. Jakarta : Erlangga
0 Responses