|
PRAKTIKUM IV
DARAH
A. Tujuan
• Mempelajari metode untuk menghitung jumlah sel darah merah (SDM) dan sel darah putih (SDP).
• Mempelajari metode untuk mengukur kadar Hb darah dengan menggunakan metode sahli .
• Mengetahui dan memahami sistem peredaran darah katak sehingga dapat dibedakan antara pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler berdasarkan kecepatan aliran darahnya.
• Memahami bentuk dan struktur sel darah. Membandingkan bentuk dan struktur sel darah katak dan manusia.
B. Dasar Teori
Secara sederhana, darah didefinisikan sebagai fluida (cairan) yang beredar (bersirkulasi) dalam tubuh yang berfungsi mengangkut gas, nutrient, dan bahan sisa metabolisme. Pada vertebrata, darah beredar dalam pembuluh darah, karena itu peredarannya disebut peredaran darah tertutup. Darah manusia mengandung komponen plasma darah (yang terdiri dari 92 % air, protein plasma 7% dan zat-zat terlarut lainnya sekitar 1%) dan elemen-elemen seluler (yang terdiri atas sel darah merah ‘eritrosit’ hampir 99,9% dan sisanya adalah sel darah putih ‘leukosit’ serta keeping darah ‘trombosit’).
Sel darah merah (SDM) atau eritrosit adalah cakram bikonkaf tidak berinti yang kira-kira berdiameter 8µm, tebal bagian tepi 2µm dan ketebalannya berkurang di bagian tengah menjadi hanya 1mm atau kurang (Baldy, Catherine. 2005).
Karena lunak dan lentur maka selama melewati mikrosirkulasi sel-sel ini mengalami perubahan konfigurasi. Komponen utama SDM adalah hemoglobin protein (Hb), yang mengangkut sebagian besar oksigen (O2) dan sebagian kecil karbondioksida (CO2) dan mempertahankan pH normal melalui serangkaian dapur intraseluler (Baldy, Catherine. 2005).
Sel darah merah tidak dapat memproduksi atau melakukan fosforilasi oksidatif sel atau sintesis protein. Sel darah merah mengandung protein hemoglobin yang mengangkut sebagian besar oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh (Corwin, Elizabeth.J.2009).
Sel darah merah adalah jenis sel darah terbanyak. Dalam 1 mm3 darah normal terdapat sekitar 5.000.000 sel darah merah.Sel darah merah telah mengelilingi tubuh sebanyak 75.000 kali (Hutapea, Dr. Albert M. 2005).
Sel darah putih hanya hidup selama 12-13 hari. Dalam keadaan normal, jumlahnya hanya kurang lebih 7000sel/mm3. Sel darah putih berfungsi sebagai serdadu penjaga tubuh dari serangan musuh. Sel darah ini akan berkumpul pada bagian tubuh yang terluka untuk menjaga agar kuman penyakit tidak masuk melalui luka itu. Jika kuman itu tetap berhasil masuk, maka sel darah putih akan memburu kuman tersebut (Hutapea, Dr. Albert M. 2005).
Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoeboid dan dapat menembus dinding kapiler di apdesis. Dalam keadaan normalnya terkandung dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat sekitar 7000-25000 sel per tetes (http://id.wikipedia.org/wiki/sel darah putih).
Pada katak mempunyai 2 serambi jantung (atrium) dan satu bilik. Pada serambi jantung, darah yang bersih dan darah yang tidak bersih bercampur. Tetapi, pada waktu pompaan pertama darah yang bersih keluar duluan. Secara fisiologi, kepentingan darah yang utama pada hewan adalah untuk mengangkut bahan makanan dan gas pernafasan, dari bagian permukaan hewan ke berbagai sel yang melaksanakan metabolism di dalam tubuhnya (Goenarso, Darrmadi. 2005).
Darah mempunyai peranan sebagai berikut:
Pengangkut bermacam-macam substansi yaitu substansi yang mempunyai sangkut paut dengan respirasi yaitu substansi oksigen dan karbondioksida.
Substansi yang mempunyai sangkut paut dengan ekskresi yaitu zat –zat ampas seperti urea, kreatinin diangkut ke alat-alat ekskresi.
Substansi yang mempunyai sangkut paut dengan nutrisi yaitu glukosa, asam amino, asam lemak dan gliserol dari usus ke seluruh jaringan tubuh.
Mengatur keseimbangan asam-basa (pH) darah.
Mencegah pendarahan
Merupakan alat pertahanan tubuh
Mengatur suhu tubuh (Wulangi, 1993).
Sistem peredaran darah katak berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Pada sistem peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua kali ke dalam satu kali peredaran. Pertama, darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung diedarkan kembali ke seluruh tubuh. Jantung katak terdiri dari tiga ruang,yaitu dua atrium dan sebuah ventrikel. Diantara atrium dan ventrikel terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir lagi ke atrium (http://metamorfosis.htm.diakses pada 03 april 2010 ).
Darah katak terdiri dari plasma darah dan sel-sel ddarah. Plasma darah mengandung air, protein, darah, dan garam-garam dan mineral. Sel-sel darah terdiri dari eritrosit (sel darah merah) serta leukosit (sel darah putih). Eritrosit pada katak memiliki inti dan mengandung hemoglobin untuk mengikat oksigen. Leukosit pada katak juga memiliki inti. Selain memiliki sistem peredaran darah, katak juga memiliki sistem peredaran limfe, sistem peredaran limfe berperan penting dalam pengambilan cairan tubuh ke dalam peredaran darah (http://metamorfosis.htm.diakses pada 03 april 2010 ).
Molekul hemoglobin terdiri dar bagian senyawa cincin yang disebut heme terikat pada molekul protein dan jenis globulin. Molekul heme mengandung atom besi (Fe). Molekul protein sangat bervariasi dan antar spesies hewan berbeda. Bentuk molekul protein ini berbeda pula antara fetus dengan yang terdapat pada dewasanya (Darmadi, Goenarso.2005).
C. Alat dan Bahan
NO Alat Bahan
1 Mikroskop Darah segar
2 Hemositometer Larutan Hayem (untuk percobaan 1)
3 Lancet Alkohol 70%
4 Counter Kapas
5 Cawan Petri Kertas saring
6 Beker glass Larutan Turk (untuk percobaan 2)
7 Objek glass Kecebong (untuk percobaan 3)
8 Kaca Penutup Urethan (untuk percobaan 3)
9 Alat bedah Larutan NaCl 0.6%
10 Syringe Larutan NaCl 0,8%
11 Hb meter sahli Darah katak dan manusia
12 Kloroform
13 Alkohol 96%
14 Anti koagulan Na-sitrat
15 Kapas
16 Alkohol
17 Aquades
D. Cara Kerja
Percobaan 1 ( Menghitung kadar SDM)
Ujung Jari diulas dengan Alkohol 70%
↓
Tusuk dengan lancet hingga darah mengalir
↓
Darah yang keluar hisap dengan pipet skala hingga skala 0,5
↓
Ujung pipet tersebut hisap dengan kertas saring
↓
Hisap dengan larutan hayem hingga tepat skala 1,0
↓
Pipetnya dikocok selama 2 menit dengan ibu jari dan telunjuk
↓
Buang 5 tetes pertama
↓
Letakkan ujung pipet pada objek glass dan kaca penutup hemositometer
↓
Darah di counting chamber diamkan selama 1-2menit
↓
Amati sel darah merah dalam kotak R
↓
Hasil
Percobaan 2 (Menghitung kadar SDP)
Langkah kerja sama dengan percobaan ke satu hanya saja larutannya diganti dengan larutan Turk hingga skala 11, kemudian langkah selanjutnya sama dengan percobaan ke satu.
Percobaan 3 (Aliran Darah)
2-3 ekor kecebong dalam beker glass
↓
Masukkan larutan Urethan 2 %
↓
Hingga kecebong tidak bergerak (di bius)
↓
Pindahkan satu kecebong dala cawan petri
↓
Amati dalam mikroskop pembuluh-pembuluh darah
yang transparan
↓
Perhatikan aliran darah dalam pembuluh
↓
Gambar rangkaian pembuluh darah
↓
Bedakan arteri, vena dan kapiler
↓
Perhatikan kecepatan aliran darah
↓
Perhatikan pada pembuluh, kecepatan aliran darah yang konstan
dan yang tidak konstan
Percobaan 4 (Mengukur kadar Hb darah)
Masukkan larutan 0,1 HCl
↓
Masukkan ke dalam tabung sahli skala 5
↓
Ujung jari basahi dengan alcohol
↓
Tusuk dengan lancet hingga darah keluar
↓
Hisap darah tersebut dengan pipet sahli hingga skala 0,5
↓
Masukkan ke dalam tabung HCl
↓
Bilaslah pipet dengan menghisap larutan dalam tabung
↓
Tabung yang berisi HCl dan darah di tempatkan pada statitnya
↓
Biarkan tabung selama 1 menit
↓
Tambahkan larutan aquades hingga warna larutan standar
↓
Baca tinggi permukaan miniskus
↓
Angka yang di tunjukan pada tubing merupakan nilai % Hb atau
g Hb/ 100ml darah
Daftar Pustaka
• Hutapea, Dr. Albert.M. 2005. Keajaiban - keajaiban dalam tubuh manusia. Gramedia: Jakarta
• Corwin, Elizabeth. J. 2009. Patofisiologi. EGC : Jakarta
• Baldy, Chaterine. M. 2005. Patofisiologi. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta
• http://cybermed.cbn.net.id/
• http://metamorfosis.htm.diakses pada 03 april 2010
• http://id.wikipedia.org/sel darah merah
DARAH
A. Tujuan
• Mempelajari metode untuk menghitung jumlah sel darah merah (SDM) dan sel darah putih (SDP).
• Mempelajari metode untuk mengukur kadar Hb darah dengan menggunakan metode sahli .
• Mengetahui dan memahami sistem peredaran darah katak sehingga dapat dibedakan antara pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler berdasarkan kecepatan aliran darahnya.
• Memahami bentuk dan struktur sel darah. Membandingkan bentuk dan struktur sel darah katak dan manusia.
B. Dasar Teori
Secara sederhana, darah didefinisikan sebagai fluida (cairan) yang beredar (bersirkulasi) dalam tubuh yang berfungsi mengangkut gas, nutrient, dan bahan sisa metabolisme. Pada vertebrata, darah beredar dalam pembuluh darah, karena itu peredarannya disebut peredaran darah tertutup. Darah manusia mengandung komponen plasma darah (yang terdiri dari 92 % air, protein plasma 7% dan zat-zat terlarut lainnya sekitar 1%) dan elemen-elemen seluler (yang terdiri atas sel darah merah ‘eritrosit’ hampir 99,9% dan sisanya adalah sel darah putih ‘leukosit’ serta keeping darah ‘trombosit’).
Sel darah merah (SDM) atau eritrosit adalah cakram bikonkaf tidak berinti yang kira-kira berdiameter 8µm, tebal bagian tepi 2µm dan ketebalannya berkurang di bagian tengah menjadi hanya 1mm atau kurang (Baldy, Catherine. 2005).
Karena lunak dan lentur maka selama melewati mikrosirkulasi sel-sel ini mengalami perubahan konfigurasi. Komponen utama SDM adalah hemoglobin protein (Hb), yang mengangkut sebagian besar oksigen (O2) dan sebagian kecil karbondioksida (CO2) dan mempertahankan pH normal melalui serangkaian dapur intraseluler (Baldy, Catherine. 2005).
Sel darah merah tidak dapat memproduksi atau melakukan fosforilasi oksidatif sel atau sintesis protein. Sel darah merah mengandung protein hemoglobin yang mengangkut sebagian besar oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh (Corwin, Elizabeth.J.2009).
Sel darah merah adalah jenis sel darah terbanyak. Dalam 1 mm3 darah normal terdapat sekitar 5.000.000 sel darah merah.Sel darah merah telah mengelilingi tubuh sebanyak 75.000 kali (Hutapea, Dr. Albert M. 2005).
Sel darah putih hanya hidup selama 12-13 hari. Dalam keadaan normal, jumlahnya hanya kurang lebih 7000sel/mm3. Sel darah putih berfungsi sebagai serdadu penjaga tubuh dari serangan musuh. Sel darah ini akan berkumpul pada bagian tubuh yang terluka untuk menjaga agar kuman penyakit tidak masuk melalui luka itu. Jika kuman itu tetap berhasil masuk, maka sel darah putih akan memburu kuman tersebut (Hutapea, Dr. Albert M. 2005).
Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoeboid dan dapat menembus dinding kapiler di apdesis. Dalam keadaan normalnya terkandung dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat sekitar 7000-25000 sel per tetes (http://id.wikipedia.org/wiki/sel darah putih).
Pada katak mempunyai 2 serambi jantung (atrium) dan satu bilik. Pada serambi jantung, darah yang bersih dan darah yang tidak bersih bercampur. Tetapi, pada waktu pompaan pertama darah yang bersih keluar duluan. Secara fisiologi, kepentingan darah yang utama pada hewan adalah untuk mengangkut bahan makanan dan gas pernafasan, dari bagian permukaan hewan ke berbagai sel yang melaksanakan metabolism di dalam tubuhnya (Goenarso, Darrmadi. 2005).
Darah mempunyai peranan sebagai berikut:
Pengangkut bermacam-macam substansi yaitu substansi yang mempunyai sangkut paut dengan respirasi yaitu substansi oksigen dan karbondioksida.
Substansi yang mempunyai sangkut paut dengan ekskresi yaitu zat –zat ampas seperti urea, kreatinin diangkut ke alat-alat ekskresi.
Substansi yang mempunyai sangkut paut dengan nutrisi yaitu glukosa, asam amino, asam lemak dan gliserol dari usus ke seluruh jaringan tubuh.
Mengatur keseimbangan asam-basa (pH) darah.
Mencegah pendarahan
Merupakan alat pertahanan tubuh
Mengatur suhu tubuh (Wulangi, 1993).
Sistem peredaran darah katak berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Pada sistem peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua kali ke dalam satu kali peredaran. Pertama, darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung diedarkan kembali ke seluruh tubuh. Jantung katak terdiri dari tiga ruang,yaitu dua atrium dan sebuah ventrikel. Diantara atrium dan ventrikel terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir lagi ke atrium (http://metamorfosis.htm.diakses pada 03 april 2010 ).
Darah katak terdiri dari plasma darah dan sel-sel ddarah. Plasma darah mengandung air, protein, darah, dan garam-garam dan mineral. Sel-sel darah terdiri dari eritrosit (sel darah merah) serta leukosit (sel darah putih). Eritrosit pada katak memiliki inti dan mengandung hemoglobin untuk mengikat oksigen. Leukosit pada katak juga memiliki inti. Selain memiliki sistem peredaran darah, katak juga memiliki sistem peredaran limfe, sistem peredaran limfe berperan penting dalam pengambilan cairan tubuh ke dalam peredaran darah (http://metamorfosis.htm.diakses pada 03 april 2010 ).
Molekul hemoglobin terdiri dar bagian senyawa cincin yang disebut heme terikat pada molekul protein dan jenis globulin. Molekul heme mengandung atom besi (Fe). Molekul protein sangat bervariasi dan antar spesies hewan berbeda. Bentuk molekul protein ini berbeda pula antara fetus dengan yang terdapat pada dewasanya (Darmadi, Goenarso.2005).
C. Alat dan Bahan
NO Alat Bahan
1 Mikroskop Darah segar
2 Hemositometer Larutan Hayem (untuk percobaan 1)
3 Lancet Alkohol 70%
4 Counter Kapas
5 Cawan Petri Kertas saring
6 Beker glass Larutan Turk (untuk percobaan 2)
7 Objek glass Kecebong (untuk percobaan 3)
8 Kaca Penutup Urethan (untuk percobaan 3)
9 Alat bedah Larutan NaCl 0.6%
10 Syringe Larutan NaCl 0,8%
11 Hb meter sahli Darah katak dan manusia
12 Kloroform
13 Alkohol 96%
14 Anti koagulan Na-sitrat
15 Kapas
16 Alkohol
17 Aquades
D. Cara Kerja
Percobaan 1 ( Menghitung kadar SDM)
Ujung Jari diulas dengan Alkohol 70%
↓
Tusuk dengan lancet hingga darah mengalir
↓
Darah yang keluar hisap dengan pipet skala hingga skala 0,5
↓
Ujung pipet tersebut hisap dengan kertas saring
↓
Hisap dengan larutan hayem hingga tepat skala 1,0
↓
Pipetnya dikocok selama 2 menit dengan ibu jari dan telunjuk
↓
Buang 5 tetes pertama
↓
Letakkan ujung pipet pada objek glass dan kaca penutup hemositometer
↓
Darah di counting chamber diamkan selama 1-2menit
↓
Amati sel darah merah dalam kotak R
↓
Hasil
Percobaan 2 (Menghitung kadar SDP)
Langkah kerja sama dengan percobaan ke satu hanya saja larutannya diganti dengan larutan Turk hingga skala 11, kemudian langkah selanjutnya sama dengan percobaan ke satu.
Percobaan 3 (Aliran Darah)
2-3 ekor kecebong dalam beker glass
↓
Masukkan larutan Urethan 2 %
↓
Hingga kecebong tidak bergerak (di bius)
↓
Pindahkan satu kecebong dala cawan petri
↓
Amati dalam mikroskop pembuluh-pembuluh darah
yang transparan
↓
Perhatikan aliran darah dalam pembuluh
↓
Gambar rangkaian pembuluh darah
↓
Bedakan arteri, vena dan kapiler
↓
Perhatikan kecepatan aliran darah
↓
Perhatikan pada pembuluh, kecepatan aliran darah yang konstan
dan yang tidak konstan
Percobaan 4 (Mengukur kadar Hb darah)
Masukkan larutan 0,1 HCl
↓
Masukkan ke dalam tabung sahli skala 5
↓
Ujung jari basahi dengan alcohol
↓
Tusuk dengan lancet hingga darah keluar
↓
Hisap darah tersebut dengan pipet sahli hingga skala 0,5
↓
Masukkan ke dalam tabung HCl
↓
Bilaslah pipet dengan menghisap larutan dalam tabung
↓
Tabung yang berisi HCl dan darah di tempatkan pada statitnya
↓
Biarkan tabung selama 1 menit
↓
Tambahkan larutan aquades hingga warna larutan standar
↓
Baca tinggi permukaan miniskus
↓
Angka yang di tunjukan pada tubing merupakan nilai % Hb atau
g Hb/ 100ml darah
Daftar Pustaka
• Hutapea, Dr. Albert.M. 2005. Keajaiban - keajaiban dalam tubuh manusia. Gramedia: Jakarta
• Corwin, Elizabeth. J. 2009. Patofisiologi. EGC : Jakarta
• Baldy, Chaterine. M. 2005. Patofisiologi. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta
• http://cybermed.cbn.net.id/
• http://metamorfosis.htm.diakses pada 03 april 2010
• http://id.wikipedia.org/sel darah merah

