|
SEL TUMBUHAN
Organisasi tumbuhan dapat ditinjau dari berbagai taraf. Yang paling dasar adalah makromulekul seperti protein, asam nukleat, dan karbohidrat. Sintesisnya berlangsung secara terkendali sehingga molekul berstruktur tepat dibentuk pada saat dan tempat yang tepat pula. Molekul dirakit menjadi bagian sel yang disebut organel seperti nucleus, plastida, dan mitokondrion. Sel terhimpun dengan teratur menjadi jaringan dan berbagai jaringan terdapat dalam organ. Semua organ bersama-sama membentuk tanaman utuh.
Sel biasanya dianggap sebagai satuan fungsi organic terkecil dalam tumbuhan. Sel tumbuhan dibatasi dengan dinding sel dan di sebelah dalam batas itu terdapat zat tempat berlangsungnya reaksi kimia yang diperlukan untuk kehidupan sel.
Sel tumbuhan didefinisikan menurut Hartanto Nugroho dalam bukunya yang berjudul Struktur dan Perkembangan Tumbuhan yaitu sebagai unit dasar yang universal dari suatu struktur organic. Struktur yang membedakan sel tumbuhan lapisan terluar dari sel yang berbatasan dengan membrane sel. Dinding sel akan memberikan bentuk sel tumbuhan. Isi sel yang satu dengan yang lain dipisahkan oleh keberadaan dinding sel. Isolasi isi sel ini tidak komplit karena ada noktah (dinding sel yang tidak menebal) pada dinding sel juga adanya plasmodesmata di dalam noktah. Pada tumbuhan tingkat tinggi terdapat berbagai macam sel dengan variasi dalam hal fungsi, struktur, susunan, dengan kompleksitas struktur dinding sel yang juga bervariasi.
Sel dewasa mempunyai variasi dalam hal bentuk dan ukuran. Dalam hubungannya dengan fungsi, sel tumbuhan dapat berbentuk oval, elips, silinder, tubular, prismatic, seperti serat, atau bercabang. Ukuran sel juga sangat berhubungan dengan fungsinya. Sel dengan ukuran sangat kecil tidak biasa dijumpai pada tumbuhan.
Semua sel berkembang dari pembalahan sel induk atau masa protoplasma yang berinti. Pembelahan sel tumbuhan merupakan proses yang kompleks. Selama masa pembelahan, inti sel dan sitoplasma terbagi menjadi dua yang biasanya sama besar dan serupa. Pada masa pembelahan sel, dinding sel belum terbentuk, bahkan membrane plasma dan substansi interselular belum dapat dibedakan. Sesaat setelah pembelahan sel selesai, dinding sel mulai dapat dilihat pada bagian luar membrane sel.
Dalam penyusunan sel tumbuhan terdapat komponen yang terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu: Komponen protoplasmic atau komponen yang hidup dari sel dan Komponen non-protoplasmik atau komponen yang tidak hidup dari sel.
Komponen Protoplasmic didefinisikan menurut Estiti dalam bukunya Anatomi pertumbuhan berbiji yaitu sebagai isi sel hidup, dan tidak mencakup dinding sel. Protoplasma sebuah sel disebut protoplas.Protoplas dapat dibagi menjadi sitoplasma dan nucleus. Sitoplasma meliputi retikullum endoplasma, diktiosom, mitokondria, plastida, mikrobodi, ribosom, sferosom, mikrotubul, mikrofilamen, vakuola, dan zat ergastik. Dalam komponen protoplasmic yang merupakan komponen utama pada sel tumbuhan yaitu Plastida.
Plastida berupa benda kecil-kecil dengan bentuk yang bervariasi yang tersusun atas zat putih telur yang mempunyai struktur dan fungsi yang spesifik. Plastida berkembang dari proplastida. Kloroplas merupakan plastid yang paling umum diketahui sehubungan dengan fungsinya dalam proses fotosintesis. Berdasarkan warnanya, plastida dikelompokkan menjadi leukoplas dan kromatofora. Leukoplas (tidak berwarna), biasanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Sedangkan, kromatofora merupakan plastid yang mengandung pigmen.
Komponen non protoplasmic, berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi cair dan padat. Komponen non protoplasmic yang bersifat cair itu terdapat di dalam vakuola dan yang bersifat padat terdapat pada kristal kalsium oksalat, aleuron, dan amilum.
Vakuola hampir selalu merupakan organel yang paling besar volumenya pada sel tumbuhan dewasa. Vakuola sering menempati lebih dari 90% volume protoplas, serta membiarkan sisa protoplas, yakni sitoplasma, melekat pada dinding sebagai lapisan amat tipis. Tonoplas membatasi vakuola dan dalam vakuola terdapat cairan vakuola yang merupakan bagian terbesar protoplas. Pada sel meristem terdapat banyak vakuola kecil yang bersama-sama disebut vakuom. Cairan vakuola terdiri terutama dari air, namun di dalamnya bisa terlarut berbagai garam, protein, alkaloida, zat penyamak,dan zat warna.
Vakuola sangat penting dalam pertumbuhan sel, mensekresikan proton (H+) yang melemahkan dinding. Vakuola juga berlaku sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Semula dianggap bahwa vakuola terutama merupakan tempat penyimpanan produk sisa, yang pada tumbuhan tidak dapat dikeluarkan. Namun sekarang diketahui bahwa vakuola dapat berlaku sebagai tempat penyimpanan sementara yang aktif dan tak terkendalikan bagi bahan berguna, terutama kalsium.
Kristal kalsium oksalat merupakan endapan dari garam oksalat yang jika terakumulasi terlalu banyak akan bersifat racun pada tumbuhan. Berbagai bentuk kristal ditemukan dalam sel tumbuhan. Pada tumbuhan tinggi, kristal kalsium oksalat paling umum di temukan. Kalsium karbonat dan kalsium malat agak langka.
Untuk membedakan sel hewan dengan sel tumbuhan salah satunya dengan adanya dinding sel pada sel tumbuhan. Dinding sel merupakan bagian paling luar dari sel tumbuhan yang dihasilkan oleh protoplas kea rah luar. Lapisan dinding tertua adalah yang terluar, sedangkan bagian termuda adalah yang terdalam, yakni yang berbatasan dengan protoplas. Senyawa yang terutama terdapat di dalamnya adalah selulosa. Senyawa lain adalah hemiselulosa, pectin, protein, serta zat seperti lignin (zat kayu), dan suberin (zat gabus).
Berdasarkan perkembangan dan strukturnya dikenal tiga lapisan dinding, yakni lamela tengah, dinding primer, dan dinding sekunder. Lamela tengah merupakan perekat sel satu dengan sel yang lainnya apabila beberapa sel membentuk jaringan. Dinding primer merupakan dinding yang pertama kali terbentuk dan selama sel dalam fase perkembangan. Dinding sekunder merupakan lapisan yang terbentuk di sebelah dalam dari dinding primer setelah selesai mengadakan pertumbuhan.
Molekul selulosa dalam dinding berhimpun menjadi sejumlah berkas yang disebut mikrofibril. Di beberapa bagian mikrofibril, susunan molekul selulosa sangat teratur. Selulosa merupakan rantai glukosa yang panjang dan tidak bercabang akan menyatu membentuk mikrofibil dan menyusun kerangka dinding sel. Proses penebalan sel dapat terjadi secara aposisi, apabila mikrofibil-mikrofibil tumbuh sejajar dengan mikrofibil-mikrofibil sebelumnya dan dapat juga terjadi secara intususepsi, apabila mikrofibil tumbuh membentuk jalinan dan menyusup diantara mikrofibil-mikrofibil yang lama.
Pembentukan dinding sel baru sebelah dalam fragmoplas terputus di tempat yang masih mengandung RE dan mikrotubul dari kumparan mitosis. Di tempat itu, papan sel berlubang, dan sewaktu dinding menebal, lubang seperti itu bertahan sebagai penghubung antara kedua protoplas yang terbentuk. Lubang itu dilapisi oleh plasmalema baru yang dibentuk oleh vesikula diktiosom. Seluruh struktur disebut pasmodesma (jamak: plasmodesmata).
Tampaknya plasmodesmata dapat dibentuk secara acak, namun yang sering ditemukan itu berkelompok. Sementara dinding sel menebal, mikrofibril selulosa diletakkan diantaranya sehingga plasmodesmata bertambah tebal lagi, sehingga daerah dengan kelompok plasmodesmata dapat dikatakan tipis, disebut lapangan noktah primer.
Noktah adalah tempat sitoplasma sel berhubungan dengan sitoplasma sel di sampingnya. Lapangan noktah primer juga disebut noktah primordial atau noktah primer.
Sumber :
Estiti, H. 1996. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Penerbit ITB, Bandung
Hartanto, L. Purnomo. 2005. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Penebar Swadaya, Depok.
Organisasi tumbuhan dapat ditinjau dari berbagai taraf. Yang paling dasar adalah makromulekul seperti protein, asam nukleat, dan karbohidrat. Sintesisnya berlangsung secara terkendali sehingga molekul berstruktur tepat dibentuk pada saat dan tempat yang tepat pula. Molekul dirakit menjadi bagian sel yang disebut organel seperti nucleus, plastida, dan mitokondrion. Sel terhimpun dengan teratur menjadi jaringan dan berbagai jaringan terdapat dalam organ. Semua organ bersama-sama membentuk tanaman utuh.
Sel biasanya dianggap sebagai satuan fungsi organic terkecil dalam tumbuhan. Sel tumbuhan dibatasi dengan dinding sel dan di sebelah dalam batas itu terdapat zat tempat berlangsungnya reaksi kimia yang diperlukan untuk kehidupan sel.
Sel tumbuhan didefinisikan menurut Hartanto Nugroho dalam bukunya yang berjudul Struktur dan Perkembangan Tumbuhan yaitu sebagai unit dasar yang universal dari suatu struktur organic. Struktur yang membedakan sel tumbuhan lapisan terluar dari sel yang berbatasan dengan membrane sel. Dinding sel akan memberikan bentuk sel tumbuhan. Isi sel yang satu dengan yang lain dipisahkan oleh keberadaan dinding sel. Isolasi isi sel ini tidak komplit karena ada noktah (dinding sel yang tidak menebal) pada dinding sel juga adanya plasmodesmata di dalam noktah. Pada tumbuhan tingkat tinggi terdapat berbagai macam sel dengan variasi dalam hal fungsi, struktur, susunan, dengan kompleksitas struktur dinding sel yang juga bervariasi.
Sel dewasa mempunyai variasi dalam hal bentuk dan ukuran. Dalam hubungannya dengan fungsi, sel tumbuhan dapat berbentuk oval, elips, silinder, tubular, prismatic, seperti serat, atau bercabang. Ukuran sel juga sangat berhubungan dengan fungsinya. Sel dengan ukuran sangat kecil tidak biasa dijumpai pada tumbuhan.
Semua sel berkembang dari pembalahan sel induk atau masa protoplasma yang berinti. Pembelahan sel tumbuhan merupakan proses yang kompleks. Selama masa pembelahan, inti sel dan sitoplasma terbagi menjadi dua yang biasanya sama besar dan serupa. Pada masa pembelahan sel, dinding sel belum terbentuk, bahkan membrane plasma dan substansi interselular belum dapat dibedakan. Sesaat setelah pembelahan sel selesai, dinding sel mulai dapat dilihat pada bagian luar membrane sel.
Dalam penyusunan sel tumbuhan terdapat komponen yang terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu: Komponen protoplasmic atau komponen yang hidup dari sel dan Komponen non-protoplasmik atau komponen yang tidak hidup dari sel.
Komponen Protoplasmic didefinisikan menurut Estiti dalam bukunya Anatomi pertumbuhan berbiji yaitu sebagai isi sel hidup, dan tidak mencakup dinding sel. Protoplasma sebuah sel disebut protoplas.Protoplas dapat dibagi menjadi sitoplasma dan nucleus. Sitoplasma meliputi retikullum endoplasma, diktiosom, mitokondria, plastida, mikrobodi, ribosom, sferosom, mikrotubul, mikrofilamen, vakuola, dan zat ergastik. Dalam komponen protoplasmic yang merupakan komponen utama pada sel tumbuhan yaitu Plastida.
Plastida berupa benda kecil-kecil dengan bentuk yang bervariasi yang tersusun atas zat putih telur yang mempunyai struktur dan fungsi yang spesifik. Plastida berkembang dari proplastida. Kloroplas merupakan plastid yang paling umum diketahui sehubungan dengan fungsinya dalam proses fotosintesis. Berdasarkan warnanya, plastida dikelompokkan menjadi leukoplas dan kromatofora. Leukoplas (tidak berwarna), biasanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Sedangkan, kromatofora merupakan plastid yang mengandung pigmen.
Komponen non protoplasmic, berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi cair dan padat. Komponen non protoplasmic yang bersifat cair itu terdapat di dalam vakuola dan yang bersifat padat terdapat pada kristal kalsium oksalat, aleuron, dan amilum.
Vakuola hampir selalu merupakan organel yang paling besar volumenya pada sel tumbuhan dewasa. Vakuola sering menempati lebih dari 90% volume protoplas, serta membiarkan sisa protoplas, yakni sitoplasma, melekat pada dinding sebagai lapisan amat tipis. Tonoplas membatasi vakuola dan dalam vakuola terdapat cairan vakuola yang merupakan bagian terbesar protoplas. Pada sel meristem terdapat banyak vakuola kecil yang bersama-sama disebut vakuom. Cairan vakuola terdiri terutama dari air, namun di dalamnya bisa terlarut berbagai garam, protein, alkaloida, zat penyamak,dan zat warna.
Vakuola sangat penting dalam pertumbuhan sel, mensekresikan proton (H+) yang melemahkan dinding. Vakuola juga berlaku sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Semula dianggap bahwa vakuola terutama merupakan tempat penyimpanan produk sisa, yang pada tumbuhan tidak dapat dikeluarkan. Namun sekarang diketahui bahwa vakuola dapat berlaku sebagai tempat penyimpanan sementara yang aktif dan tak terkendalikan bagi bahan berguna, terutama kalsium.
Kristal kalsium oksalat merupakan endapan dari garam oksalat yang jika terakumulasi terlalu banyak akan bersifat racun pada tumbuhan. Berbagai bentuk kristal ditemukan dalam sel tumbuhan. Pada tumbuhan tinggi, kristal kalsium oksalat paling umum di temukan. Kalsium karbonat dan kalsium malat agak langka.
Untuk membedakan sel hewan dengan sel tumbuhan salah satunya dengan adanya dinding sel pada sel tumbuhan. Dinding sel merupakan bagian paling luar dari sel tumbuhan yang dihasilkan oleh protoplas kea rah luar. Lapisan dinding tertua adalah yang terluar, sedangkan bagian termuda adalah yang terdalam, yakni yang berbatasan dengan protoplas. Senyawa yang terutama terdapat di dalamnya adalah selulosa. Senyawa lain adalah hemiselulosa, pectin, protein, serta zat seperti lignin (zat kayu), dan suberin (zat gabus).
Berdasarkan perkembangan dan strukturnya dikenal tiga lapisan dinding, yakni lamela tengah, dinding primer, dan dinding sekunder. Lamela tengah merupakan perekat sel satu dengan sel yang lainnya apabila beberapa sel membentuk jaringan. Dinding primer merupakan dinding yang pertama kali terbentuk dan selama sel dalam fase perkembangan. Dinding sekunder merupakan lapisan yang terbentuk di sebelah dalam dari dinding primer setelah selesai mengadakan pertumbuhan.
Molekul selulosa dalam dinding berhimpun menjadi sejumlah berkas yang disebut mikrofibril. Di beberapa bagian mikrofibril, susunan molekul selulosa sangat teratur. Selulosa merupakan rantai glukosa yang panjang dan tidak bercabang akan menyatu membentuk mikrofibil dan menyusun kerangka dinding sel. Proses penebalan sel dapat terjadi secara aposisi, apabila mikrofibil-mikrofibil tumbuh sejajar dengan mikrofibil-mikrofibil sebelumnya dan dapat juga terjadi secara intususepsi, apabila mikrofibil tumbuh membentuk jalinan dan menyusup diantara mikrofibil-mikrofibil yang lama.
Pembentukan dinding sel baru sebelah dalam fragmoplas terputus di tempat yang masih mengandung RE dan mikrotubul dari kumparan mitosis. Di tempat itu, papan sel berlubang, dan sewaktu dinding menebal, lubang seperti itu bertahan sebagai penghubung antara kedua protoplas yang terbentuk. Lubang itu dilapisi oleh plasmalema baru yang dibentuk oleh vesikula diktiosom. Seluruh struktur disebut pasmodesma (jamak: plasmodesmata).
Tampaknya plasmodesmata dapat dibentuk secara acak, namun yang sering ditemukan itu berkelompok. Sementara dinding sel menebal, mikrofibril selulosa diletakkan diantaranya sehingga plasmodesmata bertambah tebal lagi, sehingga daerah dengan kelompok plasmodesmata dapat dikatakan tipis, disebut lapangan noktah primer.
Noktah adalah tempat sitoplasma sel berhubungan dengan sitoplasma sel di sampingnya. Lapangan noktah primer juga disebut noktah primordial atau noktah primer.
Sumber :
Estiti, H. 1996. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Penerbit ITB, Bandung
Hartanto, L. Purnomo. 2005. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Penebar Swadaya, Depok.


makasih gan artikelnya, sangat membantu..
Mungkin minat blog nya dipasang google adsense saya siap bantu, kunjungi http://adsensemurahterpercaya.blogspot.com/