genetika

PRAKTIKUM V
MODEL PERBANDINGAN GENETIK MENURUT MENDEL
A. Tujuan
• Membuktikan perbandingan mendel 1:2:1 untuk rasio genotif dan 3:1 untuk rasio fenotif pada persilangan monohybrid, serta perbandingan 9:3:3:1 pada persilangan dihibrid.
• Menghitung x2 untuk menguji data hasil pengamatan
• Menginterprestasi nilai x2 setelah dibandingkan dngan x2 pada tabel.
B. Dasar teori
Prinsip segregasi secara bebas dapat dibuktikan dengan menggunakan satu jenis organism yang dikawinkan dan mengamati tanda beda pada organism tersebut. Persilangan antara generasi F1 akan menghasilkan generasi F2 yang terdiri dari dua macam fenotif dengan rasio 3:1 atau tiga macam genotif dengan rasio 1:2:1.
Monohibrid yaitu suatu percobaan persilangan yang menggunakan varietas-varietas yang induknya hanya berbeda dalam satu sifat (Campbell, 2003).
Gregor Mendel memperoleh hokum segregasi dengan melakukan penyilangan monohybrid, percobaan pengembangbiakan dengan menggunakan varietas parental yang berbeda dalam sebuah karakter, misalnya warna bunga, apakah yang mungkin terjadi pada suatu perkawinan antara induk yang berbeda varietas dalam dua karakter suatu penyilangan selama menyangkut karakter individual, perilaku segregasi akan sama seandainya ini adalah penyilangan monohybrid (Campbell, 2002).
Hukum pewarisan mendel adalah hokum mengenal pewarisan sifat pada organism yang dijabarkan oleh gregor mendel dalam karyanya percobaan mengenal persilangan tanaman. Hukum ini terdiri dari dua bagian yaitu:
1. Hukum Pemisahan (Segregation) atau Hukum Mendel I
2. Hukum Berpasangan Bebas ( Independent assortment ) atau Hukum Mendel II
Hukum Mendel I = Hukum Segregasi
Alel memisah segregasi satu dari yang lain selama pembentukan gamet dan diwariskan secara berdampingan ke dalam gmet-gamet yang sama jumlahnya. Sebagai dasar segregasi satu pasang alel terletak pada lokus yang sama dari kromosom homolog. Kromosom homolog ini memisah secara bebas pada anaphase I dari meiosis dan tersebar ke dalam gamet-gamet yang berbeda. Hukum ini di buktikan dengan persilangan monohybrid (Yunus Rosman, 2006).
Mekanisme pewarisan melalui persilangan oleh mendel menunjukkan kenyataan tentang factor dari gen-gen dalam kromosom bahwa:
1. Gen –gen berada dalam keadaan berpasangan (alel)
2. Gen-gen memisah dalam sel kelamin, salah satu alel menuju salah satu sel kelamin.
3. Gen tersusun secara rambang (berdampingan) dalam sel kelamin.
4. Sifat gen tetap dari generasi ke generasi (Yunus Rosman, 2006).
Persilangan dihibrid merupakaan eksperimen persilangan dimana dikawinkan varietas induk yang berbeda dalam dua sifat (Campbell, 2003).
Hukum mendel II disebut juga pengelompokkan secara bebas pasangan gen berbeda yang sedang segregasi akan memisah dan mengelompok secara bebas (Yunus Rosman, 2006).
Hukum ini dibuktikan dengan percobaan pesilangan dengan dua atau lebih tanda beda atau sifat yang dapat dikenal yang menghasilkan kesimpulan :
1. Faktor alel yang mengatur karakter yang berbeda memisah secara bebas ketika terbentuk gamet.
2. Apabila dua pasang gen yang tidak betaut terdapat dalam hibrida dengan fenotip pada F2 =9:3:3:1
3. Uji silang dihibrida menghasilkan perhitungan 1:1:1:1:1
4. Makin banyak jumlah gen, makin banyak jumlah kelas fenotip dan genotip pada F2
5. Metode garis cabang dalam analisis genetic menyederhanakan penentuan kelas-kelas fenotip dan genotip (Yunus Rosman, 2006).
Hukum mendel membuktikan bahwa setiap spesies hanya dapat menurunkan spesiesnyang sama (Yunus Rosman, 2006).
Percobaan mendel dapat diikuti secara genetic seperti diagram perkawinan pada gambar di bawah ini :
P = ♀ tt x ♂ TT

gamet t T
F1 Tt
Perbandingan genotif Tt 100% dan Fenotif Tinggi 100%

F1 x F1 ♀ Tt x ♂Tt

Gamet T, t T,t
F2
♀∕♂ T t
T TT tinggi Tt tinggi
t Tt tinggi tt pendek
Perbandingan genotif TT: Tt : tt = 75 % : 25%
Fenotif Tinggi : Pendek = 75% : 25%
Anggota dari sepasang gen yang yang memiliki pengaruh berlawanan disebut alel. Misalnya T menentukan sifat tinggi batang, sedangkan t menentukan batang kerdil. Maka T dan t merupakan alel (Suryo,2008).
Hasil perkawinan antara dua individu yang mempunyai sifat beda dinamakn hybrid, jadi tanaman F1 pada contoh di atas merupakan pada contoh di atas merupakan hybrid. Berdasarkan banyaknya sifat beda yang terdapat pada suhu individu, dapat dibedakan :
Monohibrid = Suatu hybrid dengan satu sifat beda (Aa)
Dihibrid = Suatu hybrid dengan dua sifat beda (AaBb)
Trihibrid = Suatu hybrid dengan tiga sifat beda (AaBbCc).

C. Alat dan Bahan

Macam Persilangan Alat
Monohibrid Kancing genetika 2 warna masing-masing @50 pasang
Dihibrid Kancing genetika 4 warna masing- masing @25 pasang


D. Cara Kerja

a. Persilangan Monohibrid










b. Persilangan dihibrid






Daftar Pustaka
Campbell. 2003. Biologi Jilid 1 Edisi 5. Erlangga: Jakarta
Suryo,Ir. 2008. Genetika Strata 1. Universitas Gajah Mada Press: Yogyakarta
Yunus, Rosmaana Dr. 2006. Teori Darwin Menurut Pandangan Sains dan Islam. Prestasi : Depok
http://wikipedia.id.org/10-05-2010
0 Responses